Penanaman 200 bibit Mangrove Dalam Rangka Hari Mangrove Sedunia

22 Mei 2026 Administrator 13x dibaca Berita
Penanaman 200 bibit Mangrove Dalam Rangka Hari Mangrove Sedunia

Semangat pelestarian lingkungan kembali digaungkan oleh Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Global melalui aksi nyata penanaman 200 bibit mangrove di kawasan konservasi Mapuca, Desa Kronjo, Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini menjadi rangkaian keempat dari proyek dokumentasi bertajuk “Dokubata” (Dokumenter di Balik Kota) yang digagas oleh MAPALA Global. Dengan mengusung misi pelestarian ekosistem pesisir yang kian terancam abrasi dan pencemaran, aksi ini mendapat sambutan antusias dari berbagai elemen masyarakat, komunitas, organisasi lingkungan, akademisi, serta instansi pemerintah dan swasta. Penanaman mangrove ini tak hanya menjadi upaya penghijauan semata, melainkan juga bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam mendukung gerakan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Acara dibuka dengan serangkaian sambutan dari empat tokoh penting: H. Heru, selaku Pengelola Mapuca, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa Mapuca akan terus menjadi pusat edukasi dan aksi lingkungan yang terbuka bagi semua, Kami membuka pintu seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin bersama-sama membangun Mapuca sebagai ruang konservasi dan edukasi Wahyu Tri Utami, Ketua Pelaksana dari Dokubata, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya simbolis, tetapi juga bagian dari gerakan berkelanjutan yang mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga alam Baca Juga : Pemilihan Ketua RW 03 Cimone, Ujang Sutisna Unggul Nova Teguh S., Perwakilan Pembina MAPALA Global, menyampaikan Kegiatan penanaman mangrove hari ini merupakan cermin dari semangat gotong royong dalam menjaga bumi, saya merasa bangga dan bersyukur melihat bagaimana berbagai organisasi, komunitas, mahasiswa, serta elemen masyarakat turun langsung ke lapangan, bahu-membahu menanam kehidupan baru di pesisir kita, Maka setiap bibit yang kita tanam hari ini adalah bentuk kepedulian yang akan berbunga manfaat di masa depan. Dr. Ir. Wiratno, M.Sc., IPU, perwakilan dari Yayasan Rehantara, memberikan pandangan ilmiah terkait pentingnya mangrove sebagai benteng alami pesisir dan ekosistem penyangga perubahan iklim, Apa yang kita lakukan di Mapuca Kronjo hari ini adalah bagian dari solusi global terhadap krisis iklim. Dan lebih dari itu, ini adalah investasi sosial-ekologis yang akan dirasakan manfaatnya oleh generasi mendatang. Kami berkomitmen untuk terus menjadi mitra dalam kegiatan-kegiatan restorasi lingkungan seperti ini. Terima kasih kepada seluruh peserta, semoga langkah kecil hari ini menjadi bagian dari perubahan besar di masa depan..


Bagikan: